Pinter

Pernah tinggal mulai dari Sumatera hingga Papua, Pinter Samosir, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Pinter, lahir pada 1971 di sebuah desa di Sumatera Utara. Sebelumnya ia memiliki kehidupan yang normal, namun sebuah kecelakaan mengubah hidupnya membuatnya kini harus hidup berdampingan dengan kursi rodanya.

Perajin Paper Tole

Setelah tamat SMA, Pak Pinter pergi merantau ke Papua dan bekerja sebagai mekanik dan sopir mobil tangki minyak. Suatu peristiwa naas terjadi empat tahun setelah ia pertama menginjakkan kaki di Papua. Maret 1995, Pak Pinter mengalami kecelakaan yang cukup parah di Jayapura. Kecelakaan itu membuatnya harus berobat hingga ke Jakarta. Sejak saat itu, bagian tubuh bawah Pak Pinter tidak bisa digerakkan lagi akibat beberapa tulang belakangnya patah, sehingga ia harus menggunakan kursi roda. Ia lalu masuk ke sebuah panti di Jakarta Timur. Pada tahun 2004, ia menikah dan pindah ke Bekasi Utara.

Selama tinggal di panti, Pak Pinter menekuni kerajinan tangan paper tole. Pak Pinter pertama kali dipertemukan dengan paper tole oleh ANZA (Australian and New Zealand Association) di Pondok Bambu. Sejak saat itu, ia membuat berbagai karya dan berhasil menjual karya-karyanya itu untuk menghidupi dirinya. Tidak hanya itu, Pak Pinter juga mencoba dan belajar berbagai hal baru lainnya. Ia pernah belajar komputer selama 1500 jam, mengikuti proyek JICA, dan belajar Bahasa Inggris di IALF. Pak Pinter bahkan menerima beasiswa dari ANZA. Sungguh hebat, bukan? Dorongan dalam dirinya untuk terus berkembang tetap membara, meskipun telah ditimpa musibah.

Kini, Pak Pinter terus berkarya dan mengembangkan dirinya melalui berbagai keterampilan yang ia pelajari. Keterbatasan fisik tidak menghentikan langkahnya untuk terus belajar, berkarya, dan menjadi pribadi yang mandiri.

Kisah Pak Pinter menjadi bukti bahwa semangat untuk terus bertumbuh dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih berarti.

Yuk lihat karya buatan Pak Pinter!

Yayasan Deo Caritas Eterna

Berada dalam naungan Yayasan Deo Caritas Eterna, Deus Caritas Est menjadi wujud nyata gerakan pemberdayaan melalui karya kreatif. Yayasan ini terus berupaya membuka akses dan peluang yang lebih luas, agar para penyandang disabilitas dapat bertumbuh, berkarya, dan menjalani kehidupan yang mandiri serta bermartabat.

© 2026 Deo Caritas Eterna. All rights reserved.

Temukan Produk Kami di Toko Offline

Media Sosial

Hubungi Kami