Cerita tentang Kekuatan dan Kreatifitas Kami

Deus Caritas Est (DCE) berdiri pada 17 Januari 2016 sebagai ruang kecil bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mengembangkan potensi diri. Berawal dari pendampingan tiga perajin Tuli, DCE kini menjadi gerakan inklusif dengan puluhan perajin dari berbagai ragam disabilitas yang bekerja sama dalam semangat saling mendukung.

Watch here for more...

Perajin DCE memiliki jenis keterbatasan yang berbeda-beda: disabilitas daksa, tuli, netra, wicara, dan autistik. Umumnya penyandang disabilitas cenderung berkelompok dengan teman yang memiliki jenis disabilitas yang sama, di DCE mereka meruntuhkan tembok pembatas itu. Mereka membuktikan diri bahwa kerja sama antara penyandang disabilitas dengan berbagai keterbatasan justru menjadi kekuatan untuk maju menggapai impian bersama. Saat ini sudah ada 26 perajin disabilitas yang saling bekerja sama memberikan sentuhan dalam karya-karya DCE. Kini, bersama-sama, DCE melebarkan sayapnya untuk semakin terbang tinggi untuk keberadaannya semakin menjadi berkat bagi banyak orang.

DCE tumbuh karena keyakinan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi sering kali berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Dari membuat satu produk sederhana, para perajin belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, kerja sama, dan profesionalitas. Mereka bukan hanya menciptakan karya, tetapi juga menemukan kembali rasa percaya diri dan martabat sebagai individu yang mampu memberi kontribusi nyata.

Seiring berkembangnya komunitas, DCE memperluas dampaknya. Tidak hanya berfokus pada kesejahteraan perajin internal, DCE kini juga mendampingi kelompok rentan lainnya, memberikan pelatihan keterampilan, serta mendukung berbagai kegiatan sosial, mulai dari menyediakan alat bantu disabilitas, membantu pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera, hingga berkolaborasi dengan komunitas lain untuk menciptakan peluang baru.

Setiap karya DCE membawa cerita tentang perjalanan manusia: keberanian bangkit, ketekunan di tengah keterbatasan, dan kebahagiaan yang tumbuh ketika seseorang dapat berbagi. Melalui pendekatan sociopreneurship, DCE menjadikan usaha sebagai sarana untuk menciptakan manfaat berkelanjutan, bukan hanya bagi komunitas internal, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Kini, DCE terus melangkah sebagai gerakan kemanusiaan yang memperkuat solidaritas, membuka ruang kolaborasi lintas batas, dan menghadirkan lingkungan inklusif di mana setiap orang dapat bertumbuh bersama dan menjadi pelaku perubahan.

Visi & Misi

Menjadi gerakan kemanusiaan yang inklusif dan berkelanjutan, yang memberdayakan penyandang disabilitas dan kelompok rentan untuk berkembang, berkarya, dan memberi dampak bagi sesama.

  1. Memberdayakan individu dengan pelatihan keterampilan, pendampingan berkelanjutan, dan peluang berkarya.

  2. Membangun komunitas inklusif yang menghargai keberagaman, saling percaya, dan kerja sama.

  3. Mendorong kemandirian bermartabat melalui kewirausahaan sosial dan karya berkualitas.

  4. Menghadirkan dampak sosial melalui kolaborasi, kegiatan kemanusiaan, dan dukungan bagi kelompok rentan.

  5. Menyebarkan pengetahuan dan model praktik baik agar gerakan seperti DCE dapat direplikasi di komunitas lain.

Visi DCE
Misi DCE

Nilai Utama DCE

Inklusivitas

Setiap orang dihargai tanpa memandang kemampuan, latar belakang, atau identitas.

Mengutamakan penghargaan terhadap martabat manusia dalam setiap tindakan.

Kemanusiaan

Kualitas & Profesionalitas

Memberikan karya terbaik sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan terhadap proses.

Kolaborasi

Saling mendukung dan membangun jejaring yang memperluas manfaat.

Kemandirian Bermartabat

Mendorong setiap individu untuk berkembang menjadi pelaku perubahan.

Kebaikan & Kepedulian

Menggerakkan tindakan sederhana yang memberi dampak besar.

2016

Gerakan Deus Caritas Est (DCE) dimulai pada tanggal 17 Januari 2016 dengan hanya beberapa orang perajin Tuli yang membuat rosario kristal Swarovski.

Perjalanan DCE

2022

Film "Angan" - kisah nyata perajin DCE - diproduksi oleh Komsos Gereja Regina Caeli untuk Festival Film Ardas Keuskupan Agung Jakarta.

Perajin DCE dipercaya oleh Dewan Paroki Gereja Regina Caeli untuk mengelola toko di Taman Doa Hati Tersuci Maria, yang dibangun oleh Agung Sedayu dan Salim Group. Misa peresmian dan pemberkatan dibawakan oleh Kardinal dan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo

2023

Karya tangan perajin Tuli DCE berupa boneka rajut Our Lady of Fatima dan Lourdes, diterima oleh Bapa Paus Franciscus. Selain itu, di tahun 2024 produk DCE mulai dipasarkan di Taman Doa Our Lady of Akita.

2024

2025

Perajin menduplikasi gerakan DCE dengan membentuk unit-unit produksi mandiri; melatih dan memberikan pekerjaan kepada penyandang disabilitas lainnya.

Perayaan ulang tahun Deus Caritas Est yang ke-10 dilaksanakan di Taman Doa Hati Tersuci Maria yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan, termasuk Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas pada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Komisi Nasional Disabilitas, rekan-rekan media, hingga para pemerhati DCE.

2026

Sebagian hasil penjualan DCE disalurkan untuk membantu saudara saudari dalam kelompok kaum rentan, antara lain:
  • Perajin disabilitas turun ke jalan, membeli makanan dari pengusaha warung kecil dan membagikannya kepada masyarakat miskin saat masa pandemi Covid-19.

  • Bedah rumah keluarga miskin di Lampung Selatan.

  • Pengadaan alat bantu bagi penyandang disabilitas, antara lain: kursi roda, alat bantu dengar.

  • Bantuan berupa dana, pelatihan dan pengadaan bahan kerajinan tangan atau alat kerja/mobilitas bagi komunitas kaum rentan lainnya.

  • Pengobatan disabilitas yang kurang mampu.

  • Bantuan dana pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Selain itu gerakan individu pun dilakukan dari inisiatif pribadi perajin.

Bedah rumah di Lampung

"Berkarya Tanpa Batas."