Tergerak dan Bergerak, Berubah dan Berbuah

Kisah Refleksi oleh Suster Martina, HK setelah menghadiri perayaan 10 tahun Deus Caritas Est (DCE) Berkarya pada 17 Januari 2026, PIK 2.

Suster Martina, HK

Cynthia (kiri) dan Suster Martina (kanan) berfoto dengan lukisan hasil karya Suster Martina yang dipandu oleh Cynthia, perajin Tuli DCE yang gemar melukis.

Para perajin diberi tempat untuk terus menenun harapan, mewujudkan kemandirian dan melangkah sebagai duta perubahan.

Sapaan salam hangat sangat menggugah hati dari para perajin disabilitas DCE yang mengundang hadir dalam perayaan 10 tahun DCE. Dipenuhi oleh keinginan dan kerinduan mengenal dan berjumpa dengan komunitas DCE yang dinahkodai oleh Ibu Anita Prajitno selaku pendiri dan yang ternyata juga merupakan alumni SMP Xaverius Telukbetung Bandarlampung, tempat saya menjabat sebagai kepala sekolah ketika beliau masih bersekolah di sana. Ketergerakan hati mendorong untuk bergerak hadir memenuhi undangan tersebut. Memperhatikan saran dari Suster Pemimpin Umum yang memperkenankan saya hadir pada Perayaan tersebut dan sekaligus dalam kebersamaan waktu di Jakarta bertemu dengan suster-suster lansia komunitas suster Hati Kudus di Jakarta. Berlanjut mengikuti temu tim bina lanjut FKPR Regio Sumatra di Bandung. Perjalanan perjumpaan yang berkualitas dengan berjalan bersama membangun persaudaraan sejati.

Perjumpaan diawali dengan mengkonfirmasi kehadiran dan mengisi link undangan untuk mengikuti pilihan workshop yang ditawarkan. Pilihan saya jatuh pada bahasa isyarat. Rangkaian acara dipersiapkan dengan sangat baik, mulai dengan Perayaan Ekaristi, salam dan sapaan terima kasih dengan berbagai simbol, live painting, peluncuran buku Disablepreneur” serta workshop “Berkarya Tanpa Batas”.

Sehari menjelang perayaan, saya tiba di lokasi acara yang tampak sudah sangat siap, meski pada saat itu sepertinya cuaca kurang bersahabat dengan mendung gelap dan hujan lebat. Tempat yang dipilih untuk perayaan adalah tempat terberkati yakni ”Taman Doa Hati Tersuci Maria” yang didukung pula oleh Taman Doa Our Lady of Akita dimana para perajin diberi tempat untuk terus menenun harapan, mewujudkan kemandirian dan melangkah sebagai duta perubahan. Hal tersebut sangat menginspirasi untuk memohon dan berdoa bersama Bunda Maria, dengan perantaraan Hati Kudus kepada Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, dengan satu permohonan, jika hujan ini tidak terelakkan dan harus terjadi hingga esok hari tolong Bunda, tolong Tuhan dalam belaskasihMu pada komunitas DCE, biarkan hujan tidak turun setidaknya selama Perayaan Ekaristi berlangsung.

Metro / Rabu, 11 Februari 2026

Ternyata anugerah yang terlimpah lebih dari yang dimohon dan diharapkan, di mana hujan datang dan kembali setelah semua perayaan selesai di sore hari.

Peserta Workshop Bahasa Isyarat bersama mengisyaratkan "DCE".

Dokumentasi

Tim DCE

Dalam kelimpahan berkat Tuhan semua terlaksana dengan hikmat dan penuh sukacita. Kebersamaan bagi kami masih berlanjut dengan mendengar pengalaman iman dan pergulatan hidup keluarga penyandang disabilitas yang dipertemukan Tuhan dalam perkawinan; berjalan dan makan bersama menikmati keindahan dan kekayaan budaya PIK 2 yang sangat mempesona dan kaya keindahan sampai kembali ke rumah masing-masing dengan membawa kenangan sukacita dari komunitas DCE dan keluarga Ibu Anita, tak lupa dengan bingkisan tangan oleh-oleh.

Perihal buku “Disablepreneur” Model Replikasi Gerakan Deus Caritas Est untuk Pemberdayaan Penyandang Disabilitas yang ditulis oleh Karel Tuhehay yang diterbitkan oleh Penerbit PT Kanisius serta diluncurkan bersamaan Perayaan Hari Ulang Tahun DCE. Setelah membaca dengan cermat buku tersebut sebagai persembahan hati, hal-hal berikut yang bisa kami ungkapkan:

  • Apresiasi bahwa buku yang merupakan kumpulan cerita inspiratif dari para penyandang disabilitas yang berkarya di rumah karya DCE tersaji dalam bentuk buku sederhana, mudah dipahami dan menarik serta menginspirasi untuk dipelajari dan diadaptasi sesuai kebutuhan.

  • Dari daftar isi yang tersaji mulai bab I sampai dengan Bab V memberi pengalaman pembelajaran dan aplikasi yang bisa dilakukan secara personal maupun komunal dan yang setiap kali diberi kesempatan untuk refleksi serta analisa SWOT.

  • Untuk pengembangan dan pembentukan komunitas penggerak model DCE perlu dilakukan penawaran pelatihan ataupun magang mengelola dan menyelenggarakan model rumah karya seperti DCE di luar Jakarta.

  • Setelah melalui berbagai uji coba cara sosialisasi dari buku ini dan mendapat respon berupa evaluasi dari mereka yang telah mencoba melaksanakan maka buku ini bisa ditinjau kembali untuk pengembangan dan penyempurnaan lebih lanjut.

Perjumpaan dalam Perayaan Ekaristi, unjuk kebolehan, refleksi perjalanan bersama membangun persaudaraan lintas iman dengan pemberdayaan, berbagi berkat dan pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan makan bersama. Workshop berkarya tanpa batas menjadi bagian dari acara perayaan ini, sangat diminati oleh para peserta yang dengan antusias mendaftar. Dengan minat dan keingintahuan yang menggerakkan, saya memilih mengikuti bahasa isyarat. Pengalaman ini ternyata menjadi sangat berkesan, mengerti memaknai dan memahami abjad maupun ungkapan bahasa isyarat membutuhkan tekad dan perjuangan dengan sepenuh hati. Hal yang masih tertinggal sebagai kesan selain kesungguhan dari pemateri juga ungkapan salam: selamat pagi, selamat siang, selamat sore. Kesempatan masih terbuka meski tidak lagi terjadwal, tawaran untuk melukis dan hal itu saya terima dengan mengingat motivasi dari penyandang disabilitas laki-laki dan perempuan dengan usia tua maupun muda yang telah mengungkapkan keterampilan dan keahlian melukis di hadapan para tamu dengan keterbatasan kondisi tubuhnya.

Artikel lain

Mengubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan

Cerita kecil Deus Caritas Est yang terbit pada Kamis, 29 Januari 2026 di Media Indonesia.

Perjalanan Keluar dari Diri Menuju Kebebasan Memberi

Refleksi oleh Rm Jacobus Tarigan, Pr setelah menyaksikan sharing komunitas DCE.

Mengenal DCE dan Lahirnya Buku Disablepreneur

Kisah penulis buku Disablepreneur dengan DCE menuju keterlibatan dalam penulisan buku Disablepreneur.