Vivi
Menurut Vivi, masuk ke DCE sebagai anggota tim rajut adalah jawaban doa dari Tuhan ketika ia begitu khawatir tentang hari esok di saat toko online-nya sepi. Bertemu dengan sosok yang begitu luar biasa, ia merasakan dampak yang begitu besar bagi dirinya melalui DCE.


Perajin Rajut


Sejak usia sekitar satu tahun, Vivi sudah diketahui tidak bisa mendengar. Awal mulanya kemungkinan akibat konsumsi obat setelah ia terkena demam yang sangat tinggi pada usia satu tahun. Vivi sering mengalami kesulitan berkomunikasi baik karena tidak bisa mendengar, maupun tidak bisa berbicara dengan jelas kepada orang lain. Meskipun begitu, Vivi membuktikan diri bahwa dengan keterbatasannya pun, ia tetap bisa hidup seperti orang lain. Berbagai pekerjaan dilakukannya, mulai dari menghias payet, permak baju, hingga menjadi tim produksi kerajinan flanel. Pada akhirnya Vivi membuka toko online-nya sendiri, namun usaha ini lama kelamaan menjadi sepi. Vivi yang kebingungan pun berdoa kepada Tuhan.
Tak lama setelah itu, ia bertemu Sharly, seorang perajin rajut DCE, di Gereja Pinangsia. Sharly lalu mengajaknya untuk ikut bergabung di tim rajutnya karena pada saat itu Sharly sangat kewalahan dengan pesanan. Awalnya Vivi sempat ragu karena kemampuan merajutnya masih belum memadai, namun Sharly meyakinkannya dan bahkan membimbingnya sehingga mahir merajut. Sharly adalah guru yang hebat, namun Vivi juga murid yang hebat. Mereka kompak menyelesaikan pesanan demi pesanan.
Penghasilan Vivi dari DCE rupanya sangat membantu perekonomian keluarga Vivi. Ia sangat senang bisa tergabung dalam sebuah komunitas yang memberdayakan para disabilitas. Vivi terutama sangat kagum dengan sosok Ibu Anita. Tindakan yang dilakukan Ibu Anita penuh dengan ketulusan, kasih, dan profesionalisme yang tinggi. Melalui Ibu Anita, ia mendapatkan pembuktian dari ungkapan “Love is a language that the deaf can hear and the blind can see,” yang artinya cinta adalah sebuah bahasa yang dapat didengar oleh orang Tuli dan dapat dilihat oleh orang buta.
Dan itu membuatku bangga ada seorang Ibu Anita yang mau berjuang demi kami semua, kaum minoritas. Dunia membutuhkan orang baik seperti Ibu Anita."
"Ketika melihat Bu Anita selalu meneteskan air mata tiap bercerita tentang asal mula berdirinya DCE dan betapa panjang perjuangannya, hatiku sangat tersentuh.
Tiap kali ada proyek membuat rajutan baru, tim produksi akan mengadakan pertemuan untuk membuat contoh model. Di saat-saat seperti ini lah Vivi menemukan kebahagiaan bekerja di DCE. Ada kelucuan, gelak tawa, saling menyemangati satu sama lain, sungguh kebersamaan yang sangat indah. Vivi bertekad ingin bertekun dalam apapun yang ia kerjakan. Melihat orang-orang yang begitu menginspirasi, Vivi mempunyai sebuah kalimat yang menjadi motivasinya selama ini: Be the salt that brings goodness, and the light that shines hope, so that whatever I do may glorify the Lord Jesus.
Yayasan Deo Caritas Eterna
Berada dalam naungan Yayasan Deo Caritas Eterna, Deus Caritas Est menjadi wujud nyata gerakan pemberdayaan melalui karya kreatif. Yayasan ini terus berupaya membuka akses dan peluang yang lebih luas, agar para penyandang disabilitas dapat bertumbuh, berkarya, dan menjalani kehidupan yang mandiri serta bermartabat.
© 2025 Deo Caritas Eterna. All rights reserved.
Temukan Produk Kami di Toko Offline
Media Sosial
Hubungi Kami
