Sharly
Sharly adalah salah satu perajin rajut DCE yang sangat ulet dan cekatan. Hasil karya Sharly pun sangat digemari oleh para customer DCE. Sharly bahkan sekarang telah membentuk unit produksi sendiri. Semangat dan kerja keras Sharly menghadirkan inspirasi yang nyata.


Perajin Rajut
Sharly sempat mengeyam pendidikan hingga SMP. Akibat beberapa alasan, Sharly terpaksa keluar dari sekolah ketika di kelas 8 (SMP kelas 2), ia lalu memilih untuk mengembangkan keterampilannya dengan belajar menjahit di kursus Bunka selama satu tahun hingga lulus. Bekal tersebut membawanya bekerja di sebuah toko baju di Tanah Abang hingga masa kontraknya selesai. Beberapa tahun kemudian, Sharly mendapat panggilan untuk menjadi guru instruktur rajut bagi sesama tunarungu di Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ).
Di LDD, Sharly bertemu dengan Ibu Anita. Namun, ketika itu DCE belum terbentuk. Sharly baru bergabung di DCE ketika Ibu Anita memintanya untuk merajut sebuah boneka amigurumi domba. Sayang sekali, Sharly saat itu gagal menjalankan tugas tersebut karena ia belum bisa membaca pola rajut! Beberapa tahun setelahnya, Sharly baru mulai belajar membaca pola tertulis melalui sebuah kursus rajut gratis. Tak lama setelah itu, Ibu Anita memintanya untuk merajut boneka Yesus besar. Sharly yang sudah lebih mahir ternyata bisa memenuhi tugas itu dan sejak saat itulah ia bergabung di DCE.
Karena banyaknya pesanan, Sharly merekrut beberapa orang temannya untuk menjadi tim produksinya. Luar biasa! Ia bisa menjadi berkat bagi orang lain dan membantu teman-temannya mendapat penghasilan sendiri. Dengan hadirnya teman-teman Sharly, ia kini banyak mengerjakan finishing. Sharly juga memiliki standar yang tinggi, jika menurutnya hasil rajutan timnya kurang bagus, ia pasti akan meminta mereka untuk memperbaikinya.
"Aku tunarungu alami sejak lahir," ucap Sharly.


"Pertama Vivi, kedua Rita, ketiga Pris.. yang sekarang Rinda, Shelly. Setelah rekrut, beban berkurang malah harus kejar finishing dan sebagainya. Tapi pekerjaan tetap gak bisa berkurang. Puji Tuhan banyak pesanan masuk terus ya..."


Sebuah pengalaman yang berkesan bagi Sharly adalah ketika ia bersama Chris dan Ibu Anita pergi ke Semarang dan Yogyakarta untuk memberikan materi pengajaran kerajinan rajut yang menjadi spesialisasi DCE, rajut dan aksesoris. Pengajaran ini ditujukan kepada kelompok disabilitas di daerah-daerah tersebut. Perjalanan dilakukan dari Jakarta dengan kereta. Ibu Anita bercerita bahwa di malam hari setelah mengajar, Sharly masih begadang melanjutkan rajutan pesanan DCE. Seolah tak kenal lelah, begitulah Sharly dengan etos kerjanya yang sangat tinggi. Sharly dan beberapa teman-teman perajin juga pernah mengikuti rekoleksi di Anyer. Ia sangat senang bisa berbaur dengan perajin disabilitas lainnya dan menciptakan memori-memori indah.
Sharly sekarang memiliki seorang anak. Pagi hingga malam hari ia mengurus anak dan mulai merajut pada subuh hari. Sungguh hebat kisah Sharly. Ia tidak segan membagikan ilmunya kepada orang lain dan tidak ingin menjadi objek yang dikasihani karena disabilitasnya. Keterbatasannya tidak menghalanginya untuk bisa menghasilkan karya-karya yang berkualitas, menjadi mentor bagi teman-temannya, dan tetap selalu bersemangat mengerjakan pekerjaannya.
Semangat Sharly menjadi inspirasi bagi banyak teman-teman DCE. Kualitas seseorang ditentukan bukan dari keterbatasannya, tetapi dari ketekunan, kesungguhan, dan ketulusannya.










Karya Meylan
Use this space to introduce yourself or your business to site visitors. Share who you are, what you do, and the purpose of this website.
Deo Caritas Eterna
Melalui berbagai program pemberdayaan dan karya kreatif, Yayasan Deo Caritas Eterna berupaya membuka ruang lebih luas bagi para penyandang disabilitas untuk tumbuh, berkarya, dan hidup mandiri dengan penuh martabat sebagai wujud dari cinta yang memberi harapan.
© 2025 Deo Caritas Eterna. All rights reserved.
Temukan Produk Kami di Toko Offline
Media Sosial
Hubungi Kami
