Rita
Menjahit, membuka toko baju, kedai, hingga merajut adalah berbagai pekerjaan yang pernah dicoba oleh Rita. Kegagalan demi kegagalan menghantam kehidupan keluarga kecilnya. Namun, sekeras apapun itu, Rita tetap berjalan meski terseok-seok karena masih ada pengharapan di hatinya.


Perajin Rajut


Rita lahir pada tahun 1978. Meskipun telah kehilangan pendengarannya sejak lahir, orang tua Rita tidak sadar bahwa Rita kecil tidak bisa mendengar. Baru ketika ia memasuki usia di mana seharusnya ia sudah mampu berbicara, orang tua Rita membawanya pergi ke dokter THT karena Rita yang tidak kunjung bersuara. Dari situlah orang tuanya baru mengetahui bahwa Rita tunarungu. Dia lalu dimasukkan ke sebuah Sekolah Luar Biasa. Sepanjang bersekolah, guru dan papanya dengan tekun mengajari Rita cara berkomunikasi hingga akhirnya ia bisa berkomunikasi dengan baik.
Selepas lulus sekolah, Rita pernah bekerja di sebuah butik sebagai penjahit baju. Baju yang dijahitnya beragam, ia bahkan pernah menjahit baju pengantin. Ketika akhirnya menikah, Rita lalu membantu suaminya membuka usaha toko baju selama 25 tahun. Pandemi Covid-19 pun melanda. Ekonomi merosot dan banyak sekali usaha yang kehilangan pijakannya. Toko Rita dan suami menjadi salah satu korbannya. Kala itu, ekonomi keluarga Rita sangatlah buruk. Tidak hanya harus menghidupi dirinya sendiri dan sang suami, ia juga harus menghidupi kedua orang anaknya. Beruntungnya Rita, ia dibantu oleh papa mertuanya ketika kondisinya kian terpuruk. Ia lalu mencoba membuka sebuah kedai bersama dengan temannya, namun bisnisnya itupun tidak bertahan lama, hanya tiga bulan dan harus tutup karena sepi.
Rita tidak putus asa, ia bertanya kepada teman-temannya apakah ada pekerjaan yang bisa dilakukannya. Seorang teman Tuli bernama Sharly mengajak Rita untuk bergabung di tim rajutnya. Sharly adalah salah satu perajin rajut di DCE. Dengan senang hati Rita pun mengiyakan tawaran itu. Tidak mudah memang, karena ia belum terbiasa. Namun, perlahan Rita mulai menikmati dan menjadi semakin mahir merajut. Ia juga sangat senang bisa menambah teman baru di DCE. Sekarang, Rita dengan tekun mengerjakan rajutan sebagai anggota tim rajut di DCE. Ia berharap melalui setiap usaha yang ia lakukan, Tuhan membalas semua pihak yang telah menunjang kebutuhan keluarganya dengan rezeki yang berlimpah.
Yayasan Deo Caritas Eterna
Berada dalam naungan Yayasan Deo Caritas Eterna, Deus Caritas Est menjadi wujud nyata gerakan pemberdayaan melalui karya kreatif. Yayasan ini terus berupaya membuka akses dan peluang yang lebih luas, agar para penyandang disabilitas dapat bertumbuh, berkarya, dan menjalani kehidupan yang mandiri serta bermartabat.
© 2025 Deo Caritas Eterna. All rights reserved.
Temukan Produk Kami di Toko Offline
Media Sosial
Hubungi Kami
