Kiki

Kiki, pemuda tunadaksa asal Cilegon yang lahir tanpa lengan kanannya. Rasa bosannya di kampung, membuat Kiki memberanikan diri untuk coba merantau ke tanah Jakarta. Di kampung, ia merasa tidak produktif. Kegiatannya hanya sebatas makan dan tidur. Ia ingin bisa lebih dari itu.

Perajin Aksesori

Pada 2018, akhirnya ia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Jakarta, kota pendatang bagi jutaan pencari kerja dari berbagai daerah di tanah air. Jakarta terbuka bagi siapa saja. Namun, tak semua mendapatkan keramahannya. Kiki mengalaminya.

Hingga tak terasa, satu tahun sudah ia memutari Jakarta bersama sepeda motornya. Sangat berharga sepeda motor itu, ada banyak sekali keringat dan jerih payah Kiki bersamanya. Bukannya menyerah, Kiki akhirnya memutuskan untuk mengikuti kegiatan komunitas disabilitas saja. “Ya sudah coba ikut sajalah…” kata Kiki. Toh Kiki juga selalu ingin memiliki skill yang bisa ia kuasai. Dalam pelatihan itulah, Tuhan membawa Kiki bertemu Anita. Kala itu, aktivitas pelatihan sedang membuat kerajinan tangan sebuah gelang dari tali. Nantinya, hasil yang paling bagus akan dibeli oleh dua orang pembeli. Semua peserta pun langsung saja tekun membuatnya. Di tengah-tengah, terlihat Kiki, satu-satunya yang membuat gelang dengan menggunakan kedua kaki dan tangan kirinya. Kiki awalnya kikuk. Namun, hasil gelang buatan Kiki rapi sekali dan bagus. Keuletan dari hasil karya Kiki itu berhasil membuat Anita terkesan. Begitu luar biasa. Tak tanggung-tanggung, gelangnya menjadi salah satu dari dua gelang yang dibeli. Senangnya bukan main. Ternyata bakatnya ada di sini!

Kiki dengan kondisinya, sering kali diusir dan diremehkan. Kesulitan mencari kerja dihadapinya berkali-kali lipat. Untuk tidur pun, Kiki berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya. Namun, Kiki lebih memilih untuk mengambil kesempatan ini daripada bersantai-santai di kampungnya.

Chris dengan sabar terus membantu Kiki. Perlahan, Kiki juga jadi memahami cara berkomunikasi dengan Chris. Kualitas karya-karya yang dihasilkan Kiki pun kian hari semakin meningkat dan memuaskan. Senang dan lega sekali Kiki bahwa ia bisa berakhir bergabung di DCE. Ia kini berhasil mengukir produktivitasnya. Ia berhasil meraih dirinya yang mandiri dan sejati. Ia bangga bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan itu dengan mengandalkan kedua kakinya yang sempurna. Ia juga merasa bahwa DCE berbeda dari komunitas lainnya.

Pertemuan kala itu tidak langsung membawa Kiki bergabung dengan DCE. Menjelang perayaan Natal, Kiki mendapatkan pesan WhatsApp dari Anita. “Kiki, gimana kabarnya? Ada kegiatan?” tanya Anita kala itu. Sedari pertemuan mereka pertama kali itu, Anita memang sudah berencana ingin mengajak Kiki untuk bergabung. Besar sekali potensi dan bakat yang ia lihat dalam diri Kiki.

Kiki akhirnya diajak Anita untuk berkunjung ke rumahnya yang menjadi basecamp untuk anggota DCE berkarya. Sesampainya, Anita mengajarkan Kiki untuk menjahit sebuah bunga bola Natal. Cukup sulit ternyata pembuatannya. Terutama bagi Kiki yang mengandalkan kedua kakinya. Untungnya, ada Chris yang ikut membantu Kiki. Itulah kala pertama Kiki berkenalan dengan Chris, yang sampai saat ini menjadi teman akrabnya.

“Di sini, kami tidak hanya diajari membuat kerajinan tangan yang bagus, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki rasa belas kasih,” ceritanya.

Kiki terus berharap bahwa tak hanya dirinya yang berkembang, tetapi DCE itu sendiri juga. Ia berdoa semoga DCE dapat terus menjadi wadah bagi lebih banyak penyandang disabilitas yang betul-betul membutuhkan tempat untuk berkembang.

Karya Pengrajin 1

Use this space to introduce yourself or your business to site visitors. Share who you are, what you do, and the purpose of this website.

black blue and yellow textile
black blue and yellow textile
a man riding a skateboard down the side of a ramp
a man riding a skateboard down the side of a ramp
a man riding a skateboard down a street next to tall buildings
a man riding a skateboard down a street next to tall buildings

Dalam keterbatasannya, Kiki juga ingin terus menjadi pembagi kebaikan kepada orang lain.