June
Dunia terasa sunyi, June hanya bisa merasakan getaran jika ada suara keras. Ibunya terkena sakit rubella ketika mengandung June yang menyebabkan ia kehilangan indra pendengarannya. Meskipun begitu, ia membuktikan diri melalui pekerjaannya yang memberikan dampak meluas, menjadi pengajar yang membuka ruang komunikasi dan mempertemukan dunia Tuli dengan masyarakat.


Perajin Rajut


June lahir di Bandung, namun sekarang setelah menikah, ia akhirnya mengikuti suaminya dan tinggal di Jakarta. Pengalaman kerjanya tidak main-main. Ia pernah bekerja sebagai guru di Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) hingga di Universitas Indonesia selama tujuh tahun. Bahasa isyarat Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Bisindo, adalah komunikasi isyarat yang tumbuh dan berkembang di kalangan komunitas Tuli di Indonesia. Kekuatan Bisindo terletak pada ekspresi wajah, yang dapat membantu para teman Tuli untuk lebih memahami komunikasi secara visual. Berebeda dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang dibuat resmi oleh pemerintah untuk pendidikan formal, BISINDO cenderung lebih komunikatif dan ekspresif serta memiliki tata bahasanya sendiri.
"Dilihat dari kita semua (DCE) jelas bahwa untuk apa dan mengapa kita lahir di dunia."
Setelah berhenti dari UI, June lalu mengajar di komunitas Lembaga Daya Dharma di mana ia bertemu dengan Ibu Anita yang menjadi muridnya. Kala itu, June bukan mengajar BISINDO, namun ia bekerja sebagai guru keterampilan. Ibu dari dua anak ini ternyata sudah memiliki kemampuan merajut sejak bersekolah dan beberapa hasil karyanya pun dibeli oleh Ibu Anita. Ia akhirnya meneruskan interaksi dengan Ibu Anita yang justru lalu memberikannya ilmu baru, yaitu membuat gelang dan rosario. June juga pernah membantu memasarkan produk DCE ke keluarganya.
Kata-kata tersebut June kutip dari buku "The Purpose Driven Life" (Untuk apa Aku Ada di Dunia Ini). Melalui DCE, ia menyadari bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan manusia. Disabilitas maupun tidak, semua orang di dunia ini ada karena sebuah alasan. Yang membedakan hanya bagaimana cara kita menyikapi panggilan hidup kita. Lihatlah June, menjadi pengajar bukanlah tugas yang mudah, apalagi dengan keterbatasan yang dimilikinya. Namun, ia tetap tekun memberikan yang terbaik dari dirinya, dan pada akhirnya semua usaha itu berbuah manis.
Pada tahun 2025, June akhirnya bergabung dengan DCE setelah ditawari pekerjaan oleh Ibu Anita. Ia sangat senang, terlebih lagi melihat teman-teman disabilitas lainnya yang begitu berbakat dan penuh semangat. Salah satu momen yang berkesan baginya adalah perayaan 10 tahun DCE yang jatuh pada 17 Januari 2026. Terdapat beberapa workshop yang diadakan pada saat itu, termasuk workshop bahasa isyarat yang dipandu oleh June dan salah satu perajin Tuli DCE, Eva. Melihat antusias tamu undangan belajar bahasa isyarat, June merasa sangat tersentuh. Meskipun terhalang komunikasi, para hadirin berusaha keras untuk mengikuti dan belajar dari para teman Tuli.
Karya Wati
Use this space to introduce yourself or your business to site visitors. Share who you are, what you do, and the purpose of this website.
Yayasan Deo Caritas Eterna
Berada dalam naungan Yayasan Deo Caritas Eterna, Deus Caritas Est menjadi wujud nyata gerakan pemberdayaan melalui karya kreatif. Yayasan ini terus berupaya membuka akses dan peluang yang lebih luas, agar para penyandang disabilitas dapat bertumbuh, berkarya, dan menjalani kehidupan yang mandiri serta bermartabat.
© 2025 Deo Caritas Eterna. All rights reserved.
Temukan Produk Kami di Toko Offline
Media Sosial
Hubungi Kami
