Chris
Chris adalah pria kelahiran 19 April 1996. Ia lahir dengan ketidakmampuan dalam pendengarannya. Namun, Chris selalu ingin menjadi sosok yang mandiri. Ia tidak ingin menjadi beban walaupun memiliki keterbatasan.


Perajin Aksesori
“Menurut cerita mama, suara tangisan saya waktu lahir sangat kecil, nyaris tak terdengar,” kenangnya. Saat ia kecil, ibunya sempat membawa Chris ke banyak tempat pengobatan. Hingga akhirnya sang ibu harus menerima bahwa Chris memang terlahir tanpa bisa mendengar dan berbicara.
Chris tidak merasa kekurangannya menjadi sebuah penghalang baginya. Hal itu ia buktikan dari dirinya yang sudah mandiri mencari uang sejak ia masih di bangku sekolah. Hal ini ia lakukan untuk membantu orang tuanya.
Chris pernah bekerja sebagai tukang sablon di sebuah pabrik. Ia juga pernah bekerja untuk membersihkan sekolah saat sepulang sekolah. Bahkan dari jauh sebelum mimpinya terwujud, Chris sudah bertekad untuk kelak tetap bisa menjadi tulang punggung jika ia sudah menikah dan berkeluarga.
Chris dikenalkan dengan Anita oleh gurunya saat ia lulus dari SLB/B Kasih Bunda pada 2018 lalu. Untuk bergabung ke DCE, Chris melalui berbagai tes dahulu pula. Anita sendiri yang membimbingnya.


Sama seperti yang lain, Chris memiliki potensi yang baik dan Anita melihatnya. Walaupun saat awal bertemu, Chris sama sekali tidak memiliki keahlian dalam hal kerajinan tangan. “Ibu Anita memberi arahan dan bimbingan sampai saya bisa membuat rosario dan karya-karya lainnya,” ceritanya. Semakin hari semakin jago, kini ia sudah terbiasa untuk membuat tujuh rosario dalam sehari. Bahkan tak hanya itu, Chris juga sudah ahli dalam membuat gelang dan giok. Banyak sekali hal yang Chris dapatkan dari DCE. Perlahan, keinginannya untuk bisa mandiri terwujud.
Akhirnya pada 2023, ia menikah. Tak sampai di situ, Chris berhasil membeli rumah. Luar biasa. Impiannya itu tercapai lewat tabungan yang ia miliki dari hasil kerja kerasnya di DCE.
Chris juga mampu membeli motor untuk dirinya dan sang ayah mertua. Niat Chris begitu mulia dan menyentuh. Tak hanya kebutuhannya yang ia pikirkan, tetapi juga kebutuhan orang lain. Kepada teman-teman disabilitas lainnya, Chris selalu memberikan semangat untuk terus berusaha dan bekerja keras. Ia berpendapat bahwa DCE sangatlah membantu dalam menjadi wadah baginya bertumbuh. Di DCE ini, Chris bisa berkreasi dengan banyak hal. Tak henti-hentinya Chris terus mengucapkan rasa syukur atas pencapaiannya.
Karya Pengrajin 1
Use this space to introduce yourself or your business to site visitors. Share who you are, what you do, and the purpose of this website.
suara dari hati yang tak pernah menyerah.
Apolla telah membuktikan, bahwa dalam kesunyian sekalipun, ada suara yang lebih nyaring dari kata-kata:
Deo Caritas Eterna
Through empowerment programs and creative work, Yayasan Deo Caritas Eterna strives to open wider spaces for people with disabilities to grow, create, and live independently with dignity. This social initiative is embodied in Deus Caritas Est (DCE) as an expression of love that brings hope.
© 2025 Deo Caritas Eterna. All rights reserved.
Offline Stores
Social Media
Reach Us
